Matangkan Persiapan Bahtsul Masail, LBM PWNU NTB Gelar Rapat Bersama Lakpesdam NU dan Ponpes Darul Qur’an

 


Lombok Barat,— Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Nusa Tenggara Barat mematangkan persiapan pelaksanaan forum Bahtsul Masail yang akan digelar dalam waktu dekat. Salah satu isu utama yang akan dikaji adalah fenomena maling nine dalam tradisi perkawinan masyarakat Sasak Lombok, yang dinilai berkaitan erat dengan maraknya praktik perkawinan anak.

Forum Bahtsul Masail ini direncanakan sebagai respons atas kegelisahan para ulama dan pemerhati sosial terhadap dampak perkawinan dini, yang dinilai dapat menghambat tumbuh kembang anak serta menimbulkan persoalan sosial baru dalam keluarga.

Ustaz Januar Ismail menjelaskan, kajian mengenai praktik perkawinan dengan cara melaik atau maling yakni melarikan perempuan sebagai bagian dari tradisi perkawinan Sasak, perlu dikaji secara mendalam dalam perspektif hukum Islam dan kemaslahatan masyarakat.

“Tema ini diangkat sebagai respons atas kegelisahan melihat praktik perkawinan dini yang dampaknya cukup mengkhawatirkan bagi tumbuh kembang anak dan keluarganya,” ujar Januar.

Forum Bahtsul Masail ini akan menjadi bagian dari rangkaian peringatan Haul ke-57 almarhum TGH Muhammad Saleh Hambali Bengkel, masyaikh sekaligus pendiri NU di Nusa Tenggara Barat.

Untuk mematangkan pelaksanaan kegiatan, panitia menggelar rapat pada Minggu (8/2) di Mushala Putra Pondok Pesantren Darul Qur’an Bengkel, Lombok Barat. Rapat tersebut dihadiri pengurus LBM PWNU NTB, pengurus Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PWNU NTB, pimpinan Pondok Pesantren Darul Qur’an, serta perwakilan dewan guru MTs dan SMK. Rapat dibuka oleh Sekretaris LBM PWNU NTB, Ustaz Referendi.

Ketua LBM PWNU NTB, TGH Nuzulul Umam el Mawardi, mengatakan forum Bahtsul Masail akan dilaksanakan pada Kamis, 12 Februari 2026, bertempat di Pondok Pesantren Darul Qur’an Bengkel.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Haul ke-57 almaghfurlah TGH Muhammad Saleh Hambali,” ujarnya.

Menurut Nuzulul Umam, kegiatan yang digagas bersama Lakpesdam NU dan Pondok Pesantren Darul Qur’an ini akan melibatkan perwakilan pesantren se-Pulau Lombok.

“Setidaknya sekitar 250 musyawirin akan hadir. Panitia telah mengirimkan undangan kepada 65 pondok pesantren se-Pulau Lombok. Selain itu, sekitar sembilan kiai dan tuan guru telah disiapkan untuk mendampingi proses kajian,” kata dia.

Sementara itu, perwakilan Pondok Pesantren Darul Qur’an Bengkel, Gus Toni, memastikan kesiapan pondok dalam mendukung suksesnya kegiatan tersebut.

“Dukungan pondok sudah mencapai 90 persen. Tempat acara, penginapan peserta, sound sistem, konsumsi, dan kebutuhan lainnya insyaallah sudah disiapkan. Dalam dua hingga tiga hari ke depan kami pastikan seluruh persiapan mencapai 100 persen,” ujarnya.

Ketua Lakpesdam PWNU NTB, Muhammad Jayadi, menambahkan pihaknya akan memperkuat syiar kegiatan melalui publikasi dan pemberitaan agar hasil kajian Bahtsul Masail dapat diketahui dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

“Lakpesdam NU akan membantu proses publikasi dan pemberitaan kegiatan ini, termasuk berkomunikasi dengan rekan-rekan wartawan serta menyiapkan tim dokumentasi untuk merekam seluruh rangkaian acara,” kata Jayadi.

Selain isu perkawinan dini, forum Bahtsul Masail ini juga akan membahas sejumlah persoalan kontemporer lainnya, di antaranya hukum kontrak harga emas, hukum pemberian hadiah kepada kepala sekolah dari toko penyedia kebutuhan sekolah, hukum menjadikan akad sande-tanggep sebagai bai’ al-‘uhdah atau akad bersyarat, serta standarisasi status aqil bagi penderita sakit jiwa, gangguan mental, dan kelainan hormon.

0 Comments:

Posting Komentar

Jl. Sunan Ampel II Blok C. No 9. BTN Bumi Kodya Asri
Jempong Baru, Mataram. Email lakpesdampwnuntb@gmail.com,
Instagram @lakpesdampwnuntb, Facebook Lakpesdam PWNU NTB,
Telpon/WhatsApp +62812-3902-7536. OddThemes