Memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia,
Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam
NU) NTB menggelar diskusi publik bertema “HAM dan Lingkungan di NTB”
pada 10 Desember 2025. Acara berlangsung di Bhumi Resto Mataram dan
menghadirkan narasumber Daden Sukendar dari Komisi Nasional Anti Kekerasan
terhadap Perempuan (Komnas Perempuan).
Dalam diskusi tersebut, para pembicara menyoroti situasi
lingkungan di Nusa Tenggara Barat yang dinilai semakin mengkhawatirkan.
Kerusakan ekologis mulai dari deforestasi, pencemaran, penambangan, hingga
krisis air, dipandang bukan sekadar persoalan teknis, melainkan telah berdampak
langsung pada kehidupan masyarakat dan menimbulkan potensi pelanggaran HAM.
Perwakilan Komnas Perempuan menegaskan bahwa kerusakan
lingkungan kerap berdampak lebih berat pada kelompok rentan, terutama perempuan
di wilayah pedesaan yang bergantung pada sumber daya alam untuk kebutuhan
sehari-hari. Krisis air, misalnya, tidak hanya merusak daur hidup warga tetapi
juga dapat memperburuk kemiskinan struktural.
Lakpesdam NU NTB mendorong pemerintah daerah untuk
mengambil langkah serius dalam mitigasi dan pemulihan lingkungan. Menurut
mereka, mengabaikan kerusakan ekologis sama dengan mengabaikan pemenuhan hak
dasar warga, mulai dari hak atas kesehatan, air bersih, hingga kehidupan yang
layak.
Diskusi ditutup dengan seruan agar isu lingkungan
ditempatkan sebagai bagian penting dari agenda HAM. Tanpa lingkungan yang
sehat, berbagai hak dasar warga akan terus berada dalam ancaman.
.jpeg)
0 Comments:
Posting Komentar