LAKPESDAM Menjaga Arah antara Das Sein dan Das Sollen

 



LAKPESDAM

Menjaga Arah antara Das Sein dan Das Sollen

Oleh :

H. Marinah Hardi

 

Dalam tubuh besar Nahdlatul Ulama, setiap perangkat organisasi baik Banom, Lembaga, maupun badan-badan lain memiliki peran penting dalam menggerakkan roda perubahan sosial. Ketika seluruh elemen ini aktif, berdaya, dan bergerak membawa manfaat, tugas dan fungsi organisasi akan menemukan bentuknya yang paling utuh. Sebab organisasi bukan hanya struktur, melainkan energi kolektif yang hidup dan terus berkembang.

 

Di tengah kesadaran inilah LAKPESDAM NU NTB berdiri sebagai bagian integral dari NU dan bangsa. Namun perjalanan itu tidak pernah sepi tantangan. Kita kini berhadapan dengan dua jenis banjir sekaligus: banjir bencana alam seperti yang terjadi di Aceh, Sumut, dan Sumbar, serta banjir informasi yang tak kalah dahsyat akibat disrupsi digital. Gelombang ini membawa ketidakpastian—dalam kehidupan sosial, ekonomi, politik, hingga geopolitik internasional. Isu-isu global seperti konflik Israel bahkan menjadi konsumsi harian masyarakat melalui media sosial, termasuk warga NU di manapun berada.

 

Jika tidak dikelola dengan bijak, limpahan informasi ini dapat menimbulkan fragmentasi sosial: lahir kelompok-kelompok kecil yang tercerai, tidak terhubung, dan mudah terpengaruh dinamika kepentingan internal maupun eksternal. Bila dibiarkan, kondisi ini dapat menggeser tatanan organisasi yang selama ini sudah terbangun baik.

 

Kembali Menengok Gagasan Para Pendiri

Berangkat dari momentum Musyawarah Kerja LAKPESDAM NU NTB dengan tema “Menguatkan Diri Mendukung Khidmah NU NTB”, perlu kiranya kita menengok kembali gagasan para pendiri LAKPESDAM empat dekade yang lalu. Bukan untuk nostalgia, melainkan untuk memperbarui arah langkah  kembali menyatukan serpihan-serpihan ide besar yang dulu menjadi alasan lembaga ini lahir.

 

LAKPESDAM sendiri merupakan gagasan monumental Gus Dur pada 1984 setelah beliau terpilih sebagai Ketua Umum PBNU dalam Muktamar Situbondo. Bersama Fami D. Syaifudin keturunan tokoh besar KH. Syaifuddin Zuhri, gagasan itu diwujudkan menjadi Lajnah Pengembangan Sumber Daya Manusia. Pada 1994, lembaga ini kemudian dideklarasikan secara resmi sebagai salah satu lembaga NU.

 

Secara historis, para pendiri menginginkan NU memiliki pusat pengembangan SDM yang mampu menggerakkan warga NU dari posisi “obyek pembangunan” menjadi “pelaku pembangunan”. Dengan visi jangka panjang setidaknya 25 tahun, LAKPESDAM didesain untuk menghadirkan SDM NU yang unggul, mandiri, dan berperan aktif dalam berbagai aspek kehidupan.

 

Jejak Perjuangan: Pendidikan, Pelatihan, dan Pemberdayaan

Visi besar itu diturunkan ke dalam strategi organisasi yang bertumpu pada pendidikan dan pelatihan. Dari pusat hingga daerah, kolaborasi dilakukan dengan berbagai pihak, pemerintah maupun swasta. Model kolaboratif ini melahirkan banyak motivator, pendidik, dan penggerak masyarakat, termasuk kader Fatayat yang menjadi ujung tombak Posyandu.

Kepercayaan publik kepada kader NU pun meningkat. Banyak tokoh muda NU kemudian diberi mandat menangani berbagai program pemerintah dan persoalan sosial masyarakat: kesehatan, keluarga berencana, hingga pelayanan kepemerintahan lainnya. Semua ini menjadi bukti bahwa pemberdayaan SDM adalah jalan paling strategis untuk menguatkan peran NU dalam kehidupan kebangsaan.

 

Merawat Arah: Jangan Tenggelam dalam Banjir Informasi

Di tengah transformasi digital dan berbagai krisis yang tak mudah diprediksi, LAKPESDAM perlu meneguhkan kembali arah idealnya: menjadi ruang pemberdayaan yang menjaga kohesi sosial warga NU, bukan sebaliknya. Serpihan-serpihan pemikiran para pendiri bukan sekadar romantisme masa lalu, tetapi kompas moral sekaligus energi baru untuk memperkuat struktur kelembagaan. Dengan begitu, LAKPESDAM dapat tetap berdiri kokoh sebagai rumah pengembangan SDM NU, tidak hanyut oleh gelombang informasi, dan tetap setia pada nilai-nilai ke-NU-an yang menjadi pijakan sejak awal.

 

Semoga refleksi ini dapat menjadi pengganti kehadiran penulis dalam Muskerwil LAKPESDAM I, dan menjadi sumbangsih kecil bagi upaya memperkuat khidmah LAKPESDAM NU NTB.

 

 

0 Comments:

Posting Komentar

Jl. Sunan Ampel II Blok C. No 9. BTN Bumi Kodya Asri
Jempong Baru, Mataram. Email lakpesdampwnuntb@gmail.com,
Instagram @lakpesdampwnuntb, Facebook Lakpesdam PWNU NTB,
Telpon/WhatsApp +62812-3902-7536. OddThemes