GANDENG LAKPESDAM LOBAR, PEMDES GAPUK ADAKAN MUSDESUS PEREMPUAN

Oleh: Redaksi • Dipublikasikan: Kamis, 06 Agustus 2026


Gapuk, Lombok Barat
 – Pemerintah Desa Gapuk menggandeng Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lombok Barat untuk mengawal pelaksanaan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) Perempuan Penanggung Jawab Keluarga (PUANJAGA). Kelompok PUANJAGA ini terdiri atas para perempuan yang saat ini harus memikul tanggung jawab tunggal terhadap keberlangsungan hidup keluarganya, baik karena perceraian ,hidup bersama  suami yang  terbatas secara fisik, atau bekerja sebagai migran.

Kegiatan musyawarah tersebut memanfaatkan ruang terbuka yang berada di tengah permukiman warga sebagai lokasi utama pelaksanaan.

Pemilihan ruang terbuka ini bertujuan untuk menegaskan bahwa desa adalah ruang partisipasi bersama, sekaligus mengikis stereotipe yang selama ini melekat dalam proses berdesa. Pendekatan yang lebih cair, tanpa mengabaikan sisi formalitas, diharapkan mampu meningkatkan penerimaan di tengah masyarakat. Hal ini terlihat dari keaktifan peserta dalam setiap tahapan musyawarah. Adapun fokus utama bahasan yang menjadi aspirasi dalam pertemuan ini adalah bagaimana pemerintah desa mampu memfasilitasi berbagai potensi yang dimiliki masing-masing anggota kelompok PUANJAGA, guna mengikis kerentanan berlapis yang sedang mereka alami akibat ketidakpastian ekonomi dan sosial tersebut. Guna menandai keseriusan bersama, semua poin bahasan pertemuan ini dituangkan dalam Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang akan dieksekusi dalam waktu dekat. 

Kepala Desa Gapuk menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya musyawarah yang melibatkan langsung para perempuan penanggung jawab keluarga ini. Menurutnya, langkah ini menjadi bentuk komitmen nyata pemerintah desa dalam menghadirkan kebijakan yang berpihak dan responsif terhadap kebutuhan warga yang paling rentan. "Kami tidak ingin ada warga yang terpinggirkan, terutama mereka yang harus berjuang sendirian dalam mencari nafkah dan mengasuh anak. Musdesus ini adalah ruang bagi mereka untuk didengar dan dilibatkan dalam pembangunan desa," ujarnya.

 Sementara itu, perwakilan Lakpesdam PCNU Lombok Barat menambahkan bahwa pihaknya akan terus mendampingi terhadap Rencana Tindak Lanjut yang telah disepakati, guna memastikan setiap program benar-benar menyentuh kebutuhan riil kelompok PUANJAGA dan tidak berhenti sekadar seremoni.

Bagikan Informasi Ini: