Breaking News

ISNU NTB: Dari Seremoni Pelantikan Menuju Rumah Besar Intelektual NU

 

ISNU NTB: Dari Seremoni Pelantikan Menuju Rumah Besar Intelektual NU

Oleh: H. Marinah Hardi

Ada sisi menarik yang sering luput dari perhatian dalam setiap perhelatan organisasi. Bukan hanya apa yang terjadi di ruang utama acara, melainkan percakapan-percakapan kecil yang berlangsung di ruang-ruang informal. Salah satunya adalah smoking area.

Bagi sebagian aktivis organisasi, smoking area bukan sekadar tempat merokok. Ia sering menjadi ruang diskusi yang cair, tempat berbagai gagasan, kritik, dan refleksi muncul tanpa sekat jabatan, profesi, maupun generasi. Di ruang itulah informasi bergerak lebih cepat, ide-ide liar bermunculan, dan berbagai pandangan bertemu dalam suasana yang lebih egaliter.

Suasana seperti itulah yang penulis alami saat menghadiri Pelantikan Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) NTB masa khidmat 2026–2031 di Hotel Lombok Raya, Mataram. Dalam sebuah obrolan santai, seorang aktivis NU berseloroh bahwa Ketua PW ISNU NTB yang baru adalah “spesialis menghidupkan barang mati”.

Kalimat itu memang hanya candaan. Namun, semakin dipikirkan, muncul pertanyaan yang lebih serius: apakah pelantikan yang meriah dan mendapat dukungan luas dapat menjadi indikator kehidupan organisasi yang lebih baik di masa depan?

Momentum Kebangkitan ISNU NTB

Pelantikan PW ISNU NTB kali ini menunjukkan energi yang berbeda. Kehadiran berbagai kalangan, mulai dari aktivis organisasi, akademisi, birokrat, politisi, hingga kaum profesional menunjukkan bahwa ISNU memiliki modal sosial yang sangat besar.

Kondisi ini menjadikan periode kepengurusan 2026–2031 sebagai momentum penting dalam menentukan arah organisasi. ISNU memiliki peluang untuk tampil lebih strategis dibandingkan sekadar menjadi organisasi pelengkap dalam lingkungan Nahdlatul Ulama.

Pertanyaannya, apakah ISNU akan berhenti sebagai organisasi yang hanya dikenal karena nama besarnya sebagai Ikatan Sarjana NU? Ataukah mampu berkembang menjadi organisasi modern yang benar-benar menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat?

Tema pelantikan yang mengusung penguatan peran intelektual untuk umat dan bangsa seharusnya menjadi titik tolak bagi ISNU untuk memperluas kiprahnya.

Menjadi Solusi Persoalan Umat

Sebagai wadah kaum sarjana dan intelektual NU, ISNU memiliki posisi strategis dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat.

Tantangan yang dihadapi bangsa saat ini tidak sedikit, mulai dari pengangguran terdidik, kemiskinan, kesenjangan sosial, hingga persoalan ekonomi dan budaya. Semua itu membutuhkan kontribusi pemikiran dan solusi yang berbasis ilmu pengetahuan.

Karena itu, ISNU tidak cukup hanya menyelenggarakan seminar, diskusi, atau kegiatan seremonial. Organisasi ini harus mampu menjadi kekuatan moral, sosial, ekonomi, budaya, sekaligus intelektual yang memberikan solusi nyata bagi masyarakat.

Sarjana dan intelektual yang berhimpun dalam ISNU memiliki keahlian dan kompetensi yang beragam. Jika potensi tersebut dapat diorganisir dengan baik, ISNU berpeluang menjadi pusat kajian, pengembangan gagasan, sekaligus motor pemberdayaan masyarakat.

Tantangan Internal yang Harus Diselesaikan

Untuk mewujudkan peran strategis tersebut, terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian.

Pertama, pembangunan basis data keanggotaan yang akurat dan berbasis digital. Banyak organisasi mengalami kesulitan karena tidak memiliki data anggota yang jelas. Akibatnya, potensi sumber daya manusia yang dimiliki tidak dapat dipetakan secara optimal.

Dengan sistem digital yang terintegrasi, organisasi dapat mengetahui profesi, keahlian, kompetensi, serta perkembangan karier anggotanya secara real time. Data tersebut menjadi fondasi penting dalam pengembangan organisasi.

Kedua, pemetaan potensi sumber daya manusia. Basis data yang baik akan memudahkan ISNU mengidentifikasi kader-kader potensial, membangun jejaring profesional, serta menjalin kolaborasi dengan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, maupun lembaga-lembaga NU lainnya.

Ketiga, meningkatkan partisipasi anggota melalui program yang relevan. Tidak semua anggota memiliki tingkat loyalitas yang sama terhadap organisasi. Karena itu, program kerja harus dirancang secara sistematis, terukur, dan memberikan manfaat langsung bagi anggota maupun masyarakat.

Salah satu gagasan menarik yang dapat dipertimbangkan adalah pembentukan Koperasi Sarjana ISNU.

Koperasi ini dapat menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi anggota sekaligus wadah penguatan kemandirian organisasi. Pengurus ISNU cukup berperan sebagai fasilitator, sementara pengelolaan koperasi dilakukan secara profesional oleh tenaga yang memiliki pengalaman dan kompetensi di bidang usaha dan perkoperasian.

Potensinya sangat besar. Jika seribu anggota menyetor simpanan pokok sebesar Rp1 juta, maka koperasi sudah memiliki modal awal sebesar Rp1 miliar. Dengan dukungan anggota yang berasal dari berbagai profesi dan latar belakang ekonomi, koperasi dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang signifikan.

Di bawah kepemimpinan H. Zamroni Azis, ISNU NTB memiliki peluang besar untuk memperluas jejaring dan memperkuat kolaborasi lintas sektor. Pengalaman organisasi, jaringan sosial, dan kemampuan membangun komunikasi menjadi modal penting dalam membawa ISNU ke level yang lebih strategis.

Harapan besar tentu bukan sekadar menjadikan ISNU sebagai tempat berkumpulnya para sarjana NU. Lebih dari itu, ISNU diharapkan menjadi rumah besar intelektual NU yang mampu mempertemukan gagasan, riset, pengabdian masyarakat, dan program pemberdayaan umat.

ISNU harus hadir sebagai organisasi yang tidak hanya pandai berdiskusi, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, bangsa, dan negara.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan organisasi bukanlah kemegahan pelantikannya, melainkan seberapa besar manfaat yang mampu diberikan kepada umat. Jika hal itu dapat diwujudkan, maka ISNU NTB benar-benar akan menjadi "pemberi solusi" yang dibutuhkan masyarakat sekaligus menjadi salah satu kekuatan intelektual strategis Nahdlatul Ulama di masa depan.

 

0 Komentar

LAKPESDAM PWNU NTB

LAKPESDAM PWNU NTB

Jika Anda ingin bergabung di LAKPESDAM PWNU NTB, Anda dapat mengikuti pendaftaran dengan klik tombol GABUNG di bawah ini.

GABUNG

Kerjasama

Partner Kami

Type and hit Enter to search

Close