Upaya
nyata untuk memulihkan hak dan meningkatkan resiliensi penyintas perkawinan
anak terus digalakkan di Kabupaten Lombok Utara. Pada Jumat (5/6), Tim Program
INKLUSI Kabupaten Lombok Utara bersama Satuan Tugas (Satgas), Forum Anak, dan
unit layanan terkait menggelar kegiatan penjangkauan langsung di Pos Kesehatan
Pembantu (Postu) Desa Tegal Maja. Kegiatan ini menyasar 7 pasang penyintas
perkawinan anak yang memiliki latar belakang beragam
Melalui
pendekatan "ruang bersama" yang inklusif dan ramah, para penyintas
diberikan berbagai akses layanan esensial secara gratis dan terintegrasi di
satu tempat.
Untuk
memastikan para penyintas mendapatkan penanganan yang menyeluruh, kegiatan ini
melibatkan lintas sektor dengan menghadirkan unit penyedia layanan seperti :
pemeriksaan kesehatan fisik dan jiwa oleh petugas kesehatan dari Puskesmas
Tanjung dan Bidan Desa, bimbingan keluarga Islam oleh penyuluh agama dari KUA
Kecamatan Tanjung dan bimbingan keluarga Budha oleh penyuluh agama Budha dari
Kemenag Lombok Utara.
Penjangkauan
layanan ini menggunakan pendekatan ruang bersama yang dekat dengan masyarakat
ini diharapkan mampu menjadi sarana efektif untuk memperkuat kepedulian
terhadap penyintas perkawinan anak, yang selama ini hak-haknya sering kali
tidak terpenuhi. Selain itu, kegiatan ini juga berfungsi sebagai ruang
reintegrasi sosial bagi para penyintas.
"Kami
berharap ruang ini bisa memulihkan kepercayaan diri mereka, sekaligus membangun
resiliensi (ketangguhan) agar mereka mampu membentengi diri dan keluarga dari
potensi kekerasan lanjutan," ujar Jamhur perwakilan Tim Program Inklusi Lombok
Utara.
Kehadiran unit
layanan ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam mendeteksi dan merespons
kebutuhan warganya. Ke depan, unit-unit layanan serupa ditargetkan dapat
diakses dengan jauh lebih mudah dan inklusif oleh para penyintas maupun korban
kekerasan lainnya.
Melalui
momentum penjangkauan di Desa Tegal Maja ini, diharapkan kesadaran kolektif
akan tumbuh di tengah masyarakat. Dengan demikian, upaya pencegahan perkawinan
anak ke depan dapat berjalan lebih terintegrasi oleh semua pihak, mulai dari
tingkat desa hingga komunitas terkecil.



0 Komentar