Lakpesdam NU NTB Siap Jadi Mitra Mahasiswa Kontekstualisasi Pengetahuan di Lapangan
Mataram — Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya
Manusia (Lakpesdam) NU NTB membuka ruang kolaborasi bagi mahasiswa untuk
mempertemukan pengetahuan akademik dengan realitas sosial di tengah masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penerimaan mahasiswa Program Studi
Sosiologi Agama, Fakultas Ushuluddin UIN Mataram yang melaksanakan Praktik
Kerja Lapangan (PKL) di Lakpesdam NU NTB.
Kegiatan PKL menjadi momentum bagi mahasiswa untuk
memperoleh pengalaman langsung dalam memahami dinamika sosial, keagamaan,
pemberdayaan masyarakat, serta berbagai persoalan yang berkembang di tingkat
akar rumput.
Bagi Lakpesdam NU NTB, kehadiran mahasiswa bukan sekadar
bagian dari pemenuhan kewajiban akademik. Lebih dari itu, mahasiswa dipandang
sebagai mitra strategis dalam membangun tradisi keilmuan yang lebih kontekstual
dan responsif terhadap persoalan masyarakat.
“Lakpesdam NU NTB siap menjadi ruang belajar bagi mahasiswa
untuk mengontekstualisasikan pengetahuan yang diperoleh di kampus dengan
realitas yang mereka temui di lapangan,” Ungkap Ketua Lakpesdam NU NTB Muhammad
Jayadi dalam menyambut kedatangan mahasiswa PKL, Rabu (2/09) di kantor
Lakpesdam NU NTB.
Melalui keterlibatan langsung dalam berbagai aktivitas
kelembagaan dan program pemberdayaan, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu
memahami teori sosiologi agama secara konseptual, tetapi juga belajar membaca
hubungan antara agama, budaya, kebijakan, kelembagaan, dan perubahan sosial.
Pengalaman lapangan juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa
untuk mengembangkan kemampuan melakukan observasi, berdialog dengan masyarakat,
mengidentifikasi persoalan, serta memahami proses perubahan sosial secara lebih
nyata.
Kami di Lakpesdam NU NTB berharap kegiatan PKL ini dapat
menjadi ruang pertukaran pengetahuan antara kampus dan masyarakat sipil. Kampus
memiliki kekuatan akademik dan metodologis, sementara organisasi masyarakat
sipil memiliki pengalaman praksis dalam mendampingi dan merespons berbagai
persoalan masyarakat.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada
pelaksanaan PKL, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama yang lebih luas
dalam bidang penelitian, pengembangan pengetahuan, pengabdian masyarakat,
maupun penguatan kapasitas generasi muda.
Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya belajar tentang
masyarakat, tetapi juga belajar bersama masyarakat dan mengambil bagian dalam
menemukan solusi atas berbagai persoalan sosial yang ada di sekitarnya, tutup
Jay.
