Lakpesdam NU NTB Siap Jadi Mitra Mahasiswa Kontekstualisasi Pengetahuan di Lapangan

Oleh: Admin Lakpesdam NTB • Dipublikasikan: Jumat, 04 September 2026

 


Mataram — Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU NTB membuka ruang kolaborasi bagi mahasiswa untuk mempertemukan pengetahuan akademik dengan realitas sosial di tengah masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penerimaan mahasiswa Program Studi Sosiologi Agama, Fakultas Ushuluddin UIN Mataram yang melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Lakpesdam NU NTB.

Kegiatan PKL menjadi momentum bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung dalam memahami dinamika sosial, keagamaan, pemberdayaan masyarakat, serta berbagai persoalan yang berkembang di tingkat akar rumput.

Bagi Lakpesdam NU NTB, kehadiran mahasiswa bukan sekadar bagian dari pemenuhan kewajiban akademik. Lebih dari itu, mahasiswa dipandang sebagai mitra strategis dalam membangun tradisi keilmuan yang lebih kontekstual dan responsif terhadap persoalan masyarakat.

“Lakpesdam NU NTB siap menjadi ruang belajar bagi mahasiswa untuk mengontekstualisasikan pengetahuan yang diperoleh di kampus dengan realitas yang mereka temui di lapangan,” Ungkap Ketua Lakpesdam NU NTB Muhammad Jayadi dalam menyambut kedatangan mahasiswa PKL, Rabu (2/09) di kantor Lakpesdam NU NTB.

Melalui keterlibatan langsung dalam berbagai aktivitas kelembagaan dan program pemberdayaan, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu memahami teori sosiologi agama secara konseptual, tetapi juga belajar membaca hubungan antara agama, budaya, kebijakan, kelembagaan, dan perubahan sosial.

Pengalaman lapangan juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan melakukan observasi, berdialog dengan masyarakat, mengidentifikasi persoalan, serta memahami proses perubahan sosial secara lebih nyata.

Kami di Lakpesdam NU NTB berharap kegiatan PKL ini dapat menjadi ruang pertukaran pengetahuan antara kampus dan masyarakat sipil. Kampus memiliki kekuatan akademik dan metodologis, sementara organisasi masyarakat sipil memiliki pengalaman praksis dalam mendampingi dan merespons berbagai persoalan masyarakat.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan PKL, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama yang lebih luas dalam bidang penelitian, pengembangan pengetahuan, pengabdian masyarakat, maupun penguatan kapasitas generasi muda.

Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya belajar tentang masyarakat, tetapi juga belajar bersama masyarakat dan mengambil bagian dalam menemukan solusi atas berbagai persoalan sosial yang ada di sekitarnya, tutup Jay.

Bagikan Informasi Ini: