ICSF Kawasan Timur Indonesia Perkuat Konsolidasi dan Kolaborasi Masyarakat Sipil
Mataram. Jejaring Indonesia Civil Society Forum (ICSF) Kawasan Timur Indonesia memperkuat konsolidasi dan kolaborasi organisasi masyarakat sipil untuk merespons berbagai persoalan sosial, lingkungan, pendidikan, kesehatan, perlindungan kelompok rentan, serta dampak pembangunan di kawasan timur Indonesia.
Pertemuan yang berlangsung di Mataram tersebut mengusung
tema “Memperkuat Konsolidasi dan Kolaborasi Jejaring Masyarakat Sipil di
Kawasan Timur Indonesia” dan diikuti 47 peserta, baik secara daring maupun
luring.
Dalam pertemuan, peserta memetakan sejumlah isu strategis,
antara lain dampak Proyek Strategis Nasional, konflik agraria, perubahan iklim
dan kebencanaan, perlindungan masyarakat adat, perdagangan orang, kemiskinan,
pendidikan, kesehatan, serta persoalan inklusi sosial bagi perempuan, anak,
lansia, dan penyandang disabilitas.
ICSF KTI juga menekankan pentingnya memberikan ruang
kepemimpinan kepada anak muda dan komunitas, bukan sekadar menempatkan mereka
sebagai peserta atau relawan. Penguatan jejaring lintas generasi dan pelibatan
komunitas lokal dinilai penting untuk memastikan gerakan masyarakat sipil
semakin relevan dan berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut, jejaring ICSF KTI menyusun agenda collective
learning pada September 2026 yang meliputi Sekolah Anggaran, Perlindungan
Anak, Kesehatan Reproduksi, dan Mitigasi Bencana. Jejaring juga akan melakukan
identifikasi komunitas anak muda serta memperkuat struktur Hub dan Sub-Hub di
berbagai wilayah Kawasan Timur Indonesia.
SANTAI sebagai Hub menegaskan bahwa kekuatan ICSF KTI bukan
terletak pada satu organisasi, melainkan pada seluruh anggota jejaring. Karena
itu, konsolidasi diharapkan berkembang menjadi gerakan advokasi bersama yang
menghasilkan aksi nyata dan mendorong perubahan bagi masyarakat di Kawasan
Timur Indonesia.
