ICSF Kawasan Timur Indonesia Perkuat Konsolidasi dan Kolaborasi Masyarakat Sipil

Oleh: Admin Lakpesdam NTB • Dipublikasikan: Jumat, 04 September 2026

 


Mataram. Jejaring Indonesia Civil Society Forum (ICSF) Kawasan Timur Indonesia memperkuat konsolidasi dan kolaborasi organisasi masyarakat sipil untuk merespons berbagai persoalan sosial, lingkungan, pendidikan, kesehatan, perlindungan kelompok rentan, serta dampak pembangunan di kawasan timur Indonesia.

Pertemuan yang berlangsung di Mataram tersebut mengusung tema “Memperkuat Konsolidasi dan Kolaborasi Jejaring Masyarakat Sipil di Kawasan Timur Indonesia” dan diikuti 47 peserta, baik secara daring maupun luring.

Dalam pertemuan, peserta memetakan sejumlah isu strategis, antara lain dampak Proyek Strategis Nasional, konflik agraria, perubahan iklim dan kebencanaan, perlindungan masyarakat adat, perdagangan orang, kemiskinan, pendidikan, kesehatan, serta persoalan inklusi sosial bagi perempuan, anak, lansia, dan penyandang disabilitas.

ICSF KTI juga menekankan pentingnya memberikan ruang kepemimpinan kepada anak muda dan komunitas, bukan sekadar menempatkan mereka sebagai peserta atau relawan. Penguatan jejaring lintas generasi dan pelibatan komunitas lokal dinilai penting untuk memastikan gerakan masyarakat sipil semakin relevan dan berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut, jejaring ICSF KTI menyusun agenda collective learning pada September 2026 yang meliputi Sekolah Anggaran, Perlindungan Anak, Kesehatan Reproduksi, dan Mitigasi Bencana. Jejaring juga akan melakukan identifikasi komunitas anak muda serta memperkuat struktur Hub dan Sub-Hub di berbagai wilayah Kawasan Timur Indonesia.

SANTAI sebagai Hub menegaskan bahwa kekuatan ICSF KTI bukan terletak pada satu organisasi, melainkan pada seluruh anggota jejaring. Karena itu, konsolidasi diharapkan berkembang menjadi gerakan advokasi bersama yang menghasilkan aksi nyata dan mendorong perubahan bagi masyarakat di Kawasan Timur Indonesia.

Bagikan Informasi Ini: